Komitmen Belajar Sepanjang Hayat: Prof. Erniati Raih Penghargaan Peserta Terbaik Pelatihan Penulisan Paten Nasional Kemendiktisaintek
Intens.id, Makassar – Prof. Dr. Ir. Erniati, S.T., M.T., IPM, seorang akademisi dan Guru Besar sekaligus Dekan Fakultas Teknik di Universitas Fajar (UNIFA) Makassar, menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Beliau berhasil terpilih sebagai salah satu dari delapan peserta terbaik dalam Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten yang diselenggarakan oleh Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama dua hari penuh, pada tanggal 23 hingga 24 Juni 2026, ini bertempat di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen dan Bisnis (STIMB) AMKOP Makassar.
Inisiatif pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para peneliti dan inovator dari berbagai institusi dalam menyusun dokumen permohonan paten yang berkualitas, serta memahami strategi hilirisasi hasil penelitian dan inovasi agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri.
Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan institusi riset di seluruh Indonesia. Selama dua hari intensif, para peserta dibekali dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman berharga terkait aspek-aspek krusial dalam penulisan dokumen paten, mulai dari klaim, deskripsi, hingga gambar, serta strategi yang efektif untuk membawa hasil penelitian dari laboratorium ke pasar. Kehadiran para narasumber dan fasilitator ahli dari Kemendiktisaintek semakin memperkaya sesi-sesi diskusi dan praktik yang dilakukan.
Di tengah ketatnya persaingan dan tingginya kualitas peserta, Prof. Dr. Ir. Erniati berhasil menarik perhatian tim penilai. Sebuah kejutan yang tidak diduga, seperti yang disampaikannya, terjadi pada akhir kegiatan ketika namanya diumumkan sebagai salah satu dari delapan peserta terbaik. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga motivasi besar bagi Prof. Erniati untuk terus berkarya dan berinovasi.
"Penghargaan dan hadiah yang diberikan menjadi penyemangat bagi saya untuk terus berkarya, menghasilkan inovasi, serta memperkuat budaya riset dan perlindungan kekayaan intelektual di lingkungan perguruan tinggi," ujar Prof. Erniati, mencerminkan semangat "Belajar Sepanjang Hayat" yang senantiasa ia pegang.
Prestasi ini menegaskan komitmen Prof. Dr. Ir. Erniati dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam bidang kekayaan intelektual. Sebagai seorang akademisi yang dikenal aktif, beliau juga merupakan pakar material beton yang banyak berkiprah di Universitas Fajar (UNIFA) Makassar. Lulusan Universitas Hasanuddin (Unhas) ini tidak hanya menjabat sebagai Guru Besar dan Dekan Fakultas Teknik, tetapi juga aktif menjadi narasumber utama dalam berbagai program pengembangan kapasitas riset dosen dan publikasi ilmiah di lingkungan UNIFA. Keahliannya dalam bidang konstruksi dan material beton telah banyak memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu dan praktik di sektor tersebut.
Dalam konteks yang lebih luas, keberhasilan Prof. Erniati ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi akademisi dan peneliti lain di Indonesia untuk lebih aktif dalam mendaftarkan paten dan melindungi kekayaan intelektual hasil karya mereka.
Perlindungan paten merupakan langkah krusial dalam mendorong inovasi, menarik investasi, serta memastikan bahwa hasil riset dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan. Kemendiktisaintek sendiri terus mendorong ekosistem riset yang kondusif untuk hilirisasi inovasi, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Prof. Erniati menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan Kemendiktisaintek, STIMB AMKOP Makassar sebagai tuan rumah, para narasumber, fasilitator, dan seluruh peserta atas ilmu, inspirasi, serta pengalaman yang luar biasa selama pelatihan.
Beliau juga mengutip filosofi yang selalu dipegangnya, "Setiap inovasi besar berawal dari keberanian untuk menuangkan ide menjadi karya, dan karya menjadi manfaat bagi banyak orang." Semangat inilah yang akan terus mendorongnya untuk berkontribusi lebih jauh dalam memajukan riset, inovasi, dan perlindungan kekayaan intelektual di Indonesia.