Intens.id Versi penuh
Environmental

Kemenag Makassar Gelar Ibadah Ekologis di Sangkarrang: Harmoni Iman dan Lingkungan

Oleh Redaksi Intens.id 13 Jun 2026 23:04 3 menit baca

Intens.id, Makassar – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam menjaga lingkungan hidup sebagai bagian integral dari pengamalan nilai-nilai agama. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan "Ibadah Ekologis Sangkarrang" yang bertajuk "Aksi Nyata Kementerian Agama Kota Makassar Merawat Bumi dan Menjaga Ciptaan” di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang pada Jumat, 12 Juni 2026. Inisiatif unik ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap alam merupakan tanggung jawab moral dan spiritual yang harus diemban oleh setiap individu.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Asra Protas Kemenag ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah gerakan konkret yang melibatkan berbagai elemen penting. Deretan peserta meliputi kepala Kantor Urusan Agama (KUA), penghulu, penyuluh agama dari berbagai keyakinan—Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu—kepala madrasah, guru, serta seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kota Makassar. Keberagaman partisipan ini secara langsung merefleksikan semangat kebersamaan dan toleransi dalam bingkai kepedulian lingkungan.

Melalui aksi tersebut, para peserta terlibat dalam berbagai kegiatan kepedulian lingkungan, yang diduga kuat meliputi aksi bersih-bersih pesisir, penanaman mangrove, serta edukasi tentang pentingnya menjaga ekosistem laut dan pulau kepada masyarakat lokal. Seluruh kegiatan ini menjadi implementasi nyata dari nilai ekoteologi, sebuah kesadaran mendalam bahwa menjaga alam dan lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab keagamaan dan wujud syukur atas ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Konsep ini menekankan bahwa spiritualitas tidak hanya terbatas pada ritual, tetapi juga meresap dalam tindakan nyata untuk melestarikan bumi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. Muhammad, dalam sambutannya menekankan urgensi peran serta seluruh elemen masyarakat. "Menjaga bumi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh umat beragama," ujarnya dengan tegas. Ia melanjutkan, "Ibadah tidak hanya diwujudkan dalam ritual keagamaan, tetapi juga melalui aksi nyata menjaga lingkungan. Merawat bumi berarti menjaga kehidupan dan mewariskan lingkungan yang sehat kepada generasi mendatang." Pernyataan ini menggarisbawahi pergeseran paradigma bahwa ibadah memiliki dimensi sosial dan ekologis yang tak kalah pentingnya.

H. Muhammad juga menyoroti kekayaan alam di wilayah kepulauan Sangkarrang yang harus dijaga bersama-sama. Sebagai daerah kepulauan, Sangkarrang memiliki ekosistem laut yang rentan terhadap dampak perubahan iklim dan aktivitas manusia. Oleh karena itu, Kementerian Agama terus mendorong penguatan kesadaran ekologis melalui pendekatan keagamaan yang mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif terhadap kelestarian laut, terumbu karang, dan pesisir yang menjadi penopang kehidupan warga setempat.

Salah satu poin krusial dari Ibadah Ekologis Sangkarrang adalah simbol kuatnya kolaborasi lintas agama dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan. Para peserta, yang berasal dari latar belakang keyakinan berbeda, menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang untuk bersama-sama menjaga bumi sebagai rumah bersama. Ini adalah pesan perdamaian dan harmoni yang relevan, tidak hanya untuk isu lingkungan, tetapi juga untuk memperkuat persatuan dalam keberagaman masyarakat Indonesia.

Melalui Ibadah Ekologis Sangkarrang, Kementerian Agama Kota Makassar berharap semangat cinta lingkungan semakin tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya berhenti pada aksi sesaat, melainkan diharapkan menjadi pemicu bagi gerakan berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak pihak. Dengan demikian, pesan bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral setiap manusia akan semakin kuat tertanam, memastikan keberlanjutan lingkungan yang sehat untuk generasi kini dan yang akan datang.