Intens.id Versi penuh
News

Indonesia-Kazakhstan Perkuat Hubungan, Bebas Visa dan Target Perdagangan USD 2 Miliar Diumumkan di Astana

Oleh Redaksi Intens.id 23 Aug 2026 15:16 3 menit baca

Intens.id, Astana - Indonesia secara resmi memberlakukan kebijakan bebas visa bagi warga Kazakhstan dan menargetkan peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga USD 2 miliar. Pengumuman penting ini disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan merangkap Tajikistan, Dr. Mochammad Fadjroel Rachman, saat membuka ASEAN Summer Festival 2026 dan Tahun Kunjungan Kazakhstan - Indonesia 2026 - 2027 di Indonesia Cultural Centre, Astana, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Festival tahunan yang diselenggarakan untuk kali kedua ini menjadi sarana bagi negara-negara ASEAN untuk mempererat hubungan dengan Kazakhstan melalui diplomasi budaya. Acara tersebut dihadiri oleh para duta besar negara-negara ASEAN, perwakilan pemerintah Kazakhstan, korps diplomatik, dan masyarakat Astana.

Sebelum memasuki inti acara, Dubes Fadjroel menyampaikan duka cita atas bencana gempa bumi dahsyat yang melanda Nusa Tenggara Timur, Indonesia, yang menelan banyak korban jiwa. Ia mengucapkan terima kasih atas solidaritas dan doa dari keluarga besar ASEAN, Kazakhstan, dan masyarakat Astana.

"Solidaritas saudara sekalian mengingatkan kita bahwa persahabatan akan terasa paling bermakna ketika kita saling berdiri bersama, tidak hanya dalam suka cita, tetapi juga dalam masa duka," ujarnya.

Dubes Fadjroel menegaskan bahwa ASEAN dan Kazakhstan merupakan dua kawasan paling dinamis di Asia. ASEAN, dengan lebih dari 680 juta penduduk dan ekonomi gabungan melebihi USD 3,9 triliun, menempati posisi kelima ekonomi terbesar di dunia. Kazakhstan, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tengah dengan pertumbuhan 6,5 persen pada tahun 2025, memiliki posisi strategis di jantung Eurasia.

"Ketika ASEAN dan Kazakhstan semakin dekat, kita menghubungkan dua kawasan paling dinamis di Asia, jembatan emas penghubung dua kekuatan ekonomi, demografi, dan dua peradaban besar," tegas Dubes Fadjroel.

Di bidang ekonomi, hubungan Indonesia-Kazakhstan menunjukkan potensi besar. Pada Desember 2025, Indonesia menandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), di mana Kazakhstan adalah salah satu anggotanya. Kesepakatan ini membuka akses pasar bagi lebih dari 90 persen produk ekspor Indonesia ke kawasan Eurasia yang berpenduduk sekitar 182,8 juta jiwa.

Perkembangan positif ini telah terlihat. Dalam enam bulan pertama tahun 2026, perdagangan bilateral Indonesia-Kazakhstan mencapai sekitar USD 211 juta. Komoditas utama yang diperdagangkan meliputi minyak mentah, mineral, gandum, dan minyak kelapa sawit dengan nilai ratusan juta dolar AS. Pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan nilai perdagangan ini hingga USD 1,5 sampai 2 miliar dalam beberapa tahun ke depan.

Guna meningkatkan mobilitas manusia dan pariwisata, Pemerintah Indonesia secara resmi memberlakukan fasilitas bebas visa kunjungan bagi warga Kazakhstan mulai 9 Juli 2026. Kebijakan ini menjadi langkah signifikan dalam hubungan bilateral kedua negara. Dubes Fadjroel juga mengumumkan penetapan tahun 2026-2027 sebagai Tahun Kunjungan Indonesia-Kazakhstan.

Tahun Kunjungan ini bertujuan mendorong sektor pariwisata, bisnis, investasi, pendidikan, dan hubungan antarmanusia yang lebih erat. Pada tahun 2025, jumlah pengunjung dari Kazakhstan ke Indonesia telah mencapai 25.000 orang. Melalui kebijakan bebas visa, target 50.000 pengunjung pada tahun 2026 diharapkan tercapai, dan bisa menembus 100.000 lebih jika didukung penerbangan langsung.

Selain itu, target 100 mahasiswa Indonesia yang kuliah S1, S2, dan S3 di Kazakhstan juga telah tercapai pada tahun 2026. "Saya meyakini bebas visa ini akan mendorong pariwisata, perdagangan, dan investasi antar kedua negara terkaya dan terbesar di Asia Tengah dan Asia Tenggara ini," pungkas Dubes Fadjroel.

Topik terkait
Intens.id Kazakhstan Asia Mochammad Fadjroel Rachman