Intens.id Versi penuh
News

IKA FKM UMI Mengecam Keras Penunjukan Safruddin sebagai Wakil Dekan III

Oleh Redaksi Intens.id 16 Jul 2026 19:05 2 menit baca

Intens.id, Makassar – Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (IKA FKM UMI) mengecam keras penunjukan Safruddin sebagai Wakil Dekan III Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UMI yang membidangi kemahasiswaan.

IKA FKM UMI, Muhammad Fadly, menilai keputusan tersebut merupakan langkah yang paling sesat karena tidak tepat sasaran.

Menurutnya, posisi Wakil Dekan III membutuhkan pengalaman dan rekam jejak yang kuat dalam pembinaan organisasi kemahasiswaan.

"Jabatan Wakil Dekan III bukan sekadar jabatan administratif. Posisi ini menuntut kemampuan membangun komunikasi, memahami kultur organisasi mahasiswa, serta memiliki pengalaman mendampingi dinamika kemahasiswaan yang selama ini berkembang di FKM UMI," kata Muhammad Fadly, Kamis (16/7/2026).

Menurut Fadly, Safruddin yang bukan merupakan alumni FKM UMI, dan sepanjang pengetahuannya, belum memiliki rekam jejak yang menonjol dalam menangani persoalan organisasi kemahasiswaan di lingkungan FKM UMI.

"FKM UMI memiliki dinamika kemahasiswaan yang khas. Ada tiga himpunan mahasiswa dari tiga program studi, belum lagi Senat Mahasiswa, hingga Majelis Perwakilan Mahasiswa. Selama ini pendekatan kepada lembaga kemahasiswaan sangat dipengaruhi oleh kedekatan historis dan hubungan dengan alumni," ujarnya.

Mantan Ketua Umum Majelis Perwakilan Mahasiswa (Maperwa) FKM UMI itu juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa penunjukan tersebut berpotensi menimbulkan hambatan dalam pembinaan organisasi mahasiswa apabila tidak didukung pengalaman yang memadai.

"Bahkan dosen yang merupakan alumni FKM UMI pun terkadang menghadapi tantangan dalam membangun komunikasi dengan lembaga mahasiswa. Karena itu saya khawatir pembinaan kemahasiswaan ke depan tidak berjalan optimal apabila dipimpin oleh sosok yang belum memiliki pengalaman di bidang tersebut," katanya.

Fadly juga menilai masih banyak dosen yang merupakan alumni FKM UMI sekaligus mantan pengurus organisasi kemahasiswaan yang dinilai lebih memahami karakter dan dinamika mahasiswa di lingkungan FKM UMI.

"Masih banyak alumni FKM UMI yang mengabdi sebagai dosen dan memiliki pengalaman langsung sebagai pengurus lembaga mahasiswa. Menurut saya, mereka lebih layak diprioritaskan untuk menduduki posisi yang membidangi kemahasiswaan," ucapnya.

Atas dasar itu, IKA FKM UMI berharap pimpinan universitas dan fakultas dapat mengevaluasi kembali kebijakan tersebut demi menjaga efektivitas pembinaan kemahasiswaan di Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI.

"Kami berharap setiap kebijakan strategis, khususnya yang berkaitan dengan kemahasiswaan, benar-benar mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, dan pemahaman terhadap kultur organisasi mahasiswa di FKM UMI. Tujuannya semata-mata untuk menjaga keberlangsungan pembinaan mahasiswa agar tetap berjalan dengan baik," tutup Muhammad Fadly.