Sederhana Mengabarkan Versi penuh
Healthstyle

Dukung Bank Sampah Persatuan, Yayasan Panrita Perkuat Pengelolaan Sampah Warga

Oleh Feri 07 Oct 2026 18:35 3 menit baca

k - Komitmen untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus dilakukan melalui kolaborasi antara dunia usaha, organisasi sosial, dan masyarakat. Hal tersebut diwujudkan melalui Penandatanganan Kerja Sama dan Penyerahan Bantuan Operasional kepada Bank Sampah Persatuan RT 03/RW 08, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Program ini merupakan bagian dari dukungan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pegadaian yang disalurkan melalui Yayasan Panrita Poros Khatulistiwa, di bawah naungan Panrita Syndicate, untuk mendukung penguatan kapasitas operasional dan kelembagaan Bank Sampah Persatuan.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Yayasan Panrita Poros Khatulistiwa, Syahrul Ramadan, menyerahkan bantuan operasional kepada Bank Sampah Persatuan sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, produktif, dan berkelanjutan.

Bantuan yang diserahkan meliputi motor roda tiga, mesin pencacah sampah, mesin press, komposter, tong sampah, serta berbagai peralatan pendukung operasional bank sampah lainnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Bank Sampah Persatuan dalam melakukan pengumpulan, pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan sampah yang memiliki nilai ekonomi. Selain membantu mengurangi timbulan sampah di lingkungan masyarakat, keberadaan sarana tersebut juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya ekonomi sirkular berbasis masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara kerja sama antara Yayasan Panrita Poros Khatulistiwa dan Bank Sampah Persatuan sebagai bentuk komitmen bersama untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Syahrul Ramadan menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar penyerahan peralatan, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Kami berharap bantuan ini tidak hanya menjadi tambahan fasilitas, tetapi benar-benar dapat meningkatkan kapasitas Bank Sampah Persatuan dalam mengelola sampah. Yang paling penting adalah bagaimana bantuan ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus memiliki nilai ekonomi,” ujar Syahrul.

Menurutnya, pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan warga perlu memiliki peran yang saling melengkapi agar persoalan sampah dapat ditangani secara berkelanjutan.

Melalui program ini, Yayasan Panrita Poros Khatulistiwa bersama Panrita Syndicate berkomitmen untuk terus mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat yang memiliki dampak sosial dan lingkungan, termasuk penguatan bank sampah sebagai salah satu instrumen pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Ke depan, Bank Sampah Persatuan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah, tetapi dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Kegiatan penandatanganan kerja sama dan penyerahan bantuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang lebih kuat antara masyarakat, yayasan, dan dunia usaha untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, produktif, dan berkelanjutan.