Sederhana Mengabarkan Versi penuh
News

Borong 3 Gold di Karawang, Tim CIP Pertamina Lubricants Sabet Inovasi Terbaik LIA 2026

Oleh Redaksi Intens.id 24 Oct 2026 21:28 7 menit baca

Intens.id - Tim Continuous Improvement Program yang beranggotakan para Perwira PT Pertamina Lubricants kembali mengukir torehan prestasi yang sangat membanggakan di tingkat perusahaan. Setelah sukses secara konsisten mewakili PT Pertamina Lubricants di panggung tingkat nasional selama tiga tahun berturut-turut pada ajang Annual Pertamina Quality Awards dari tahun 2024, 2025, hingga 2026, serta melangkah ke kancah internasional di Bangkok, Thailand, kini mereka kembali membuktikan keunggulannya.

Dalam ajang Lubricants Innovation Awards tahun 2026, tim inovator muda dari lingkungan Pertamina ini memborong sekaligus tiga penghargaan tertinggi berpredikat Gold melalui terobosan terobosan berbasis efisiensi operasional.

Momen penganugerahan penghargaan yang penuh dengan riuh tepuk tangan dan rasa bangga tersebut diselenggarakan dalam forum resmi Continuous Improvement Program yang bertempat di Hotel Swiss Belinn Karawang, Jalan Ahmad Yani Nomor 29, Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Acara yang berlangsung pada hari Jumat, 23 Oktober 2026 ini menjadi panggung apresiasi bagi para pekerja yang telah mencurahkan ide, tenaga, dan kreativitas terbaik mereka demi kemajuan bisnis pelumas nasional.

Ajang Lubricants Innovation Awards tahun ini berlangsung sangat kompetitif dengan menghadirkan sebanyak 40 tim terbaik yang berhasil melaju ke babak akhir dari total 205 peserta dari berbagai lini unit kerja. Kompetisi ini terbagi ke dalam beberapa kategori inovasi yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai jenis perbaikan teknis maupun manajemen. Kategori kategori tersebut mencakup Individual Team Improvement, Functional Team Improvement, Project Collaboration Improvement, serta Replication Team Improvement. Keberhasilan PT Pertamina Lubricants mendominasi panggung penghargaan menunjukkan bahwa budaya inovasi telah mengakar kuat dalam setiap insan pekerja di perusahaan tersebut.

Kemenangan gemilang pada ajang bergengsi ini diraih oleh tiga tim utama CIP Perwira Pertamina Lubricants, yakni Tim CORE BUG, Tim VIM JOSS 2, dan Tim PAS. Gagasan inovasi yang mereka usung tidak lahir dari ruang teori belaka, melainkan berawal dari pengamatan langsung terhadap permasalahan riil yang dihadapi di lingkungan kerja harian mereka. Masalah teknis yang kerap ditemui di lingkungan produksi dan laboratorium berhasil mereka ubah menjadi peluang perbaikan yang berdampak langsung terhadap efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan.

Tim CORE BUG yang berbasis di lingkungan Laboratorium Production Unit Jakarta menjawab tantangan proses pengujian dengan merancang inovasi bernama Grease Calculator Digital atau yang disingkat G-KOR. Aplikasi digital ini dibuat secara khusus untuk membantu para penguji laboratorium dalam menghitung secara presisi penambahan komponen produk apabila terjadi proses pencampuran ulang akibat kondisi produk yang belum memenuhi spesifikasi awal. Dengan antarmuka yang sangat simpel dan user friendly, aplikasi ini dilengkapi berbagai fitur canggih yang memudahkan para pengguna dalam mengoperasikannya di lapangan tanpa memakan waktu lama.

Sentiyaki, perwakilan inovator dari Tim CORE BUG, menyampaikan bahwa ide pembuatan aplikasi ini bertolak dari keinginan untuk menyederhanakan perhitungan teknis yang sebelumnya memakan waktu dan rentan akan risiko kesalahan manual. Melalui pemanfaatan teknologi digital yang tepat guna, timnya berupaya menciptakan solusi presisi yang dapat langsung dipakai oleh rekan-rekan laboratorium. Ia menegaskan bahwa kemudahan operasional dan kecepatan data menjadi kunci utama agar proses kontrol kualitas produk di laboratorium dapat berjalan jauh lebih responsif.

Sementara itu, Tim VIM JOSS 2 yang beroperasi di lingkungan Production Unit Jakarta memfokuskan perbaikannya pada lini produksi. Mereka berhasil menciptakan formulasi dan metode pembuatan Viscosity Index Modifier secara mandiri di fasiltas Jakarta. Langkah strategis ini berdampak besar karena mampu mengurangi secara signifikan permintaan Bantuan Antar Unit dari Production Unit Gresik ke Production Unit Jakarta. Menariknya, seluruh proses pembuatan inovasi ini dirancang dengan standar keselamatan kerja yang sangat ketat, memastikan bahwa aspek keselamatan operasional tetap menjadi prioritas tertinggi di atas pencapaian target efisiensi.

Alim Adi Priyatna, inovator mewakili Tim VIM JOSS 2, menjelaskan bahwa keberhasilan memproduksi Viscosity Index Modifier secara mandiri di Jakarta merupakan tonggak penting bagi keterandalan rantai pasok internal perusahaan. Ketergantungan logistik antar unit yang selama ini membutuhkan waktu dan biaya tambahan kini dapat diminimalisasi secara optimal. Ia menambahkan bahwa seluruh anggota tim produksi merasa bangga karena inovasi ini tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga membuktikan bahwa keahlian teknis perwira di Jakarta mampu memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan dengan tingkat keselamatan yang teruji.

Di sisi lain, inovasi luar biasa juga lahir dari kawasan Jawa Tengah melalui Tim PAS yang bertugas di Laboratorium Production Unit Cilacap. Tim ini merancang sebuah perangkat keras inovatif yang dinamai Portable Automatic Stability Analyzer atau PASTA. Alat ini dirancang khusus untuk menguji kehomogenan sampel cairan secara otomatis begitu proses pencampuran selesai dilakukan. Dengan dimensi fisik yang sangat ringkas, yakni 29 kali 21 kali 32 sentimeter, alat ini mengintegrasikan sistem kontrol canggih yang sanggup membaca parameter sampel secara akurat dan otomatis. Sifatnya yang portabel membuat alat PASTA sangat praktis untuk dipindahkan dan digunakan di berbagai titik pengujian.

Immanuel Santoclin Benhotti, perwakilan dari Tim PAS, mengungkapkan bahwa fleksibilitas dan ketepatan alur pengujian menjadi landasan utama di balik pembuatan alat PASTA. Pengujian kestabilan sampel yang sebelumnya membutuhkan proses rumit kini dapat dilakukan di mana saja secara praktis berkat bentuk alat yang ringkas. Ia menekankan bahwa otomatisasi pembacaan data sampel ini sangat membantu mempercepat pengambilan keputusan di laboratorium, sehingga rantai proses produksi pelumas secara keseluruhan dapat berjalan lebih lincah dan berdaya saing tinggi.

Rangkaian keberhasilan karya karya Perwira Pertamina ini merupakan buah manis dari kolaborasi lintas fungsi yang solid. Daftar perwira yang terlibat dalam deretan temuan ini mencakup gabungan tenaga ahli dari Fungsi Quality, Fungsi Produksi, Fungsi Technical Services, hingga Fungsi Product Development. Kolaborasi manunggal ini mempertemukan Sentiyaki, Rona Trisnaningtyas, Meisya Primadita, Faris Faruqi Ilham, Engga Saputra, Hari Ruhyadi, Nurudin, Yasmikha Tiurlan Susanti, Shanintya Dhivya Astrinia, Rudini, dan Muthia Putri Hidayati dari Fungsi Quality. Selain itu, ada pula peran aktif Kukuh Suwaskito, Dody Arief Aditya, Alim Adi Priyatna, Aditia Wardhana, dan Evan Rahma Setyobudi dari Fungsi Produksi, disokong oleh Immanuel Santoclin Benhotti dan Arief Imamdika Sanjaya dari Fungsi Technical Services, serta Raizka Kharisma Mediani dari Fungsi Product Development.

Kesuksesan besar ini juga tidak terlepas dari bimbingan, dorongan, serta dorongan dorongan moral yang diberikan oleh berbagai pihak internal maupun eksternal. Apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam disampaikan kepada Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW selaku Wakil Rektor II Universitas Muslim Indonesia beserta Ir. Muhammad Arman selaku dosen FTI Universitas Muslim Indonesia atas pendampingan akademis mereka. Dukungan penuh juga mengalir deras dari jajaran manajemen perusahaan, seperti Mohamad Aldi Nurdin selaku Manager HC Policy and Quality Management, Rona Trisnaningtyas selaku Head of Lab PUJ, Dody Arief Aditya selaku Manager Production Unit Jakarta, Alim Adi Priyatna selaku Operation Head LOBP, serta Dian Rahmawati dari fungsi Quality Management.

Melalui raihan tiga penghargaan Gold di ajang Lubricants Innovation Awards 2026 ini, seluruh anggota Tim CORE BUG, VIM JOSS 2, dan PAS berharap agar inovasi yang telah mereka kembangkan tidak berhenti sebagai karya kompetisi semata. Mereka berkomitmen agar seluruh perangkat, aplikasi, dan metode baru ini dapat diterapkan secara berkelanjutan di seluruh fasilitas laboratorium dan unit produksi PT Pertamina Lubricants. Dengan demikian, permasalahan teknis dalam pengujian dan produksi dapat terus diatasi secara mandiri, sekaligus mendorong peningkatan efisiensi kerja dan daya saing perusahaan di pasar pelumas nasional maupun global.

Temuan tim CIP Perwira Pertamina, beranggotakan Sentiyaki (Fungsi Quality, Rona Trisnaningtyas (Fungsi Quality), Meisya Primadita (Fungsi Quality), Faris Faruqi Ilham (Fungsi Quality), Engga Saputra (Fungsi Quality), Hari Ruhyadi (Fungsi Quality), Nurudin (Fungsi Quality), Yasmikha Tiurlan Susanti S. (Fungsi Quality), Shanintya Dhivya Astrinia (Fungsi Quality), Rudini (Fungsi Quality), Muthia Putri Hidayati (Fungsi Quality), Kukuh Suwaskito (Fungsi Produksi), Immanuel Santoclin Benhotti (Fungsi TS), Dody Arief Aditya (Fungsi Produksi), Alim Adi Priyatna (Fungsi Produksi), Aditia Wardhana (Fungsi Produksi), Arief Imamdika Sanjaya (Fungsi TS), Raizka Kharisma Mediani (Fungsi Product Development), Evan Rahma Setyobudi (Fungsi Produksi).

Ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., (Wakil Rektor II, UMI), Ir. Muhammad Arman, S.T., M.T., IPP, (Dosen FTI, UMI), Mohamad Aldi Nurdin (Manager HC Policy & QM), Rona Trisnaningtyas (Head of Lab PUJ), Dody Arief Aditya (Manager Production Unit Jakarta), Alim Adi Priyatna (Operation Head LOBP), Dian Rahmawati (Quality Management) dan rekan - rekan lainya yang telah memotivasi serta mendukung inovasi tersebut sehingga layak untuk digunakan di lingkungan Laboratorium PT. Pertamina Lubricants, Jakarta.

Topik terkait
Pertamina Pertamina lubricants Annual Pertamina Quality Awards