72 Ribu Guru Padati Sidrap, Porsenijar PGRI Sulsel 20 Jadi Ajang Kebersamaan Pendidik
Porsenijar PGRI Sulsel 2026 Resmi Dibuka: Sidrap Jadi Lautan Guru, Semangat Kebersamaan Pendidik Menggema
Intens.id, Sidenreng Rappang - Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), yang dikenal dengan julukan Bumi Nene Mallomo, diselimuti semangat kebersamaan yang luar biasa pada Kamis pagi, 2 Juli 2026. Sekitar 72 ribu pendidik dari seluruh penjuru Sulawesi Selatan memadati daerah ini, mengubahnya menjadi lautan guru dalam rangka pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan Tahun 2026. Kegiatan akbar ini menjadi bukti nyata soliditas dan dedikasi para pahlawan tanpa tanda jasa di tengah hiruk pikuk kehidupan.
Sejak satu hingga dua hari sebelum upacara pembukaan, geliat kehadiran puluhan ribu peserta Porsenijar telah sangat terasa di Sidrap. Hotel dan penginapan di seluruh wilayah kabupaten tak mampu menampung seluruh delegasi, sehingga sekolah-sekolah dan bahkan rumah-rumah warga di Kota Pangkajene Sidenreng turut menjadi tempat menginap yang ramah bagi para guru.
Fenomena ini tidak hanya menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para pendidik, tetapi juga keramahan masyarakat Sidrap dalam menyambut tamu-tamu istimewa mereka. Stadion Ganggawa Pangkajene, lokasi utama pembukaan, penuh sesak oleh para peserta yang mengenakan seragam kebanggaan masing-masing daerah. Tak hanya di dalam stadion, area sekitar Monumen Ganggawa hingga pelataran Masjid Agung Pangkajene pun turut dipadati, menciptakan pemandangan yang megah dan penuh warna.
Upacara pembukaan Porsenijar PGRI Sulsel 2026 secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, menunjukkan dukungan penuh dari berbagai elemen pemerintahan dan organisasi.
Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman; Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi; Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari; Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif; Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah; Ketua TP PKK Sidrap, Haslindah Syaharuddin; serta Staf Khusus Menteri Agama, Bunyamin Yafid. Ketua PGRI Sulawesi Selatan, Haris Hasnawi, juga turut mendampingi. Selain itu, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel, anggota DPRD Sulsel dan Kabupaten Sidrap, para bupati/wali kota dan pengurus PGRI kabupaten/kota se-Sulsel, serta berbagai undangan lainnya turut memeriahkan acara ini, menambah bobot dan makna dari penyelenggaraan Porsenijar.
Dalam sambutannya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan PGRI Sulsel yang telah menunjuk Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai tuan rumah Porsenijar 2026. Ia menegaskan kesiapan masyarakat Sidrap untuk memberikan pelayanan terbaik selama kegiatan berlangsung, yang dijadwalkan dari tanggal 1 hingga 6 Juli 2026.
"Terima kasih telah mempercayakan Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai tuan rumah Porsenijar PGRI tahun 2026. Insya Allah selama di Sidrap orang Sidrap akan melayani dengan keramahannya. Orang Sidrap akan menyiapkan beras dan telurnya untuk melayani," ujar Bupati Syaharuddin, disambut tepuk tangan meriah, menandakan komitmen kuat pemerintah daerah dan masyarakatnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi mengungkapkan rasa haru dan bangganya melihat kebersamaan serta kekompakan yang terpancar dalam pembukaan Porsenijar PGRI Sulsel 2026.
"Pagi hari ini hati saya sangat bergetar melihat kekompakan gubernur, wakil gubernur, para kepala daerah, Forkopimda, pengurus PGRI, dan para guru anggota PGRI," ungkapnya dengan penuh semangat.
Ia juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang atas penyelenggaraan yang dinilainya berjalan baik dan memberikan kesan positif bagi seluruh peserta.
"Terima kasih terkhusus kepada Kabupaten Sidrap selaku tuan rumah. Porsenijar Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026 keren," puji Unifah Rosyidi.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara PGRI dan pemerintah, mengingat PGRI adalah mitra strategis dalam pembangunan pendidikan.
"Bapak ibu sekalian hari ini kita berbahagia. Di samping perjuangan-perjuangan yang sedang kita gelorakan, yang pasti kita harus bersinergi karena PGRI adalah mitra strategis pemerintah dan pemerintah daerah," tegasnya, menggarisbawahi kolaborasi yang berkelanjutan demi kemajuan pendidikan di Indonesia.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dalam kesempatan yang sama, turut menyampaikan komitmennya bersama para bupati dan wali kota untuk terus memperjuangkan perhatian terhadap guru di tengah berbagai tantangan pembangunan yang ada.
"Kondisi kita ada efisiensi, tetapi saya sebagai Gubernur Sulawesi Selatan bersama bupati dan wali kota tetap memperjuangkan dan mempertahankan kondisi guru-guru kita," ujarnya.
Gubernur juga menyoroti peran sentral guru dalam membentuk generasi masa depan bangsa. Ia secara pribadi mengakui bahwa pencapaiannya saat ini tidak lepas dari bimbingan dan didikan para guru.
"Guru terbaik adalah yang selalu diingat ketika selesai. Guru terbaik adalah yang menempatkan anak-anaknya menjadi orang sukses ke depan. Saya tidak bisa bikin apa-apa kalau bukan karena guru," kata Gubernur, mengingatkan kembali akan jasa-jasa para pendidik.
Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi, Gubernur Sulsel juga memberikan tambahan hadiah menarik bagi para peserta pemenang Porsenijar, meliputi 20 unit sepeda, 10 unit tablet, 3 unit motor listrik, dan 2 paket ibadah umrah. Selain itu, lima unit sepeda juga diberikan secara langsung kepada peserta upacara pembukaan yang beruntung.
Rangkaian acara pembukaan ini juga diisi dengan penyerahan piagam penghargaan dari Pengurus PGRI kepada seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan. Penghargaan ini diberikan atas jasa dan dukungan pemerintah daerah dalam upaya peningkatan profesionalisme, kesejahteraan, serta perlindungan guru di wilayah masing-masing.
Upacara pembukaan Porsenijar PGRI Sulsel 2026 mencapai puncaknya dengan defile 24 kontingen kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Masing-masing kontingen tampil dengan penuh semangat dan kemeriahan, membawa identitas daerahnya, menghadirkan suasana kebersamaan yang kental, serta memperlihatkan kekayaan budaya dan kreativitas para insan pendidikan yang menjadi fondasi masa depan bangsa.